Mata Kering Ternyata Dialami Hampir 3 dari 10 Orang Indonesia

Mata Kering Ternyata Dialami Hampir 3 dari 10 Orang Indonesia
Foto Doc Halodoc

Oleh Zulifni Wartawan Iniriau.com

SELAMA ini mata kering kerap dianggap masalah sepele. Banyak orang mengira rasa perih, sepet, atau lelah pada mata hanyalah akibat kurang tidur atau terlalu lama menatap layar gawai. Padahal, fakta di lapangan menunjukkan bahwa mata kering merupakan masalah kesehatan mata yang cukup serius dan banyak dialami masyarakat Indonesia.

Berbagai penelitian dan laporan klinis menunjukkan bahwa sekitar 27,5 hingga 30,6 persen penduduk Indonesia mengalami sindrom mata kering. Artinya, hampir 3 dari 10 orang berisiko atau sudah merasakan gangguan ini dalam aktivitas sehari-hari.

Angka Lebih Tinggi di Kota Besar

Menariknya, prevalensi mata kering cenderung lebih tinggi di wilayah perkotaan. Di beberapa kota besar seperti Jabodetabek dan Bandung, angka kasus mata kering bahkan dilaporkan bisa mencapai sekitar 41 persen. Tingginya paparan polusi udara, penggunaan pendingin ruangan (AC), serta gaya hidup digital menjadi faktor yang ikut berperan.

“Mata manusia secara alami membutuhkan kelembapan dari air mata agar tetap nyaman dan berfungsi optimal. Sayangnya, kebiasaan modern membuat mata bekerja lebih keras,” ujar sejumlah dokter mata dalam berbagai publikasi kesehatan.

Bukan sekadar tidak nyaman

Mata kering terjadi ketika produksi air mata berkurang atau kualitasnya tidak optimal sehingga cepat menguap. Akibatnya, permukaan mata tidak terlindungi dengan baik.

Gejalanya beragam, mulai dari mata terasa perih, panas, sepet, berpasir, merah, hingga penglihatan menjadi kabur. Jika dibiarkan, mata kering bukan hanya mengganggu kenyamanan, tetapi juga dapat menurunkan produktivitas, konsentrasi, dan kualitas hidup. Pada kondisi tertentu, iritasi kronis bahkan bisa memicu peradangan pada permukaan mata.

Siapa yang Paling Berisiko?

Beberapa kelompok diketahui lebih rentan mengalami mata kering, antara lain:

• Pengguna gawai aktif yang menatap layar berjam-jam setiap hari
• Pekerja kantoran dengan paparan AC terus-menerus

• Lansia, karena produksi air mata menurun seiring bertambahnya usia

• Pengguna lensa kontak

•Orang dengan kondisi medis tertentu seperti diabetes atau gangguan autoimun

Tak heran jika di era digital saat ini, keluhan mata kering semakin sering ditemui, bahkan pada usia produktif.

Masih Banyak yang Mengabaikan
Meski prevalensinya cukup tinggi, kesadaran masyarakat terhadap mata kering masih tergolong rendah. Banyak orang baru memeriksakan mata ketika keluhan sudah cukup parah. Padahal, penanganan sejak dini sangat penting untuk mencegah gangguan yang lebih serius.

Langkah sederhana seperti mengistirahatkan mata secara berkala, mengurangi waktu menatap layar, menjaga kelembapan ruangan, hingga menggunakan tetes mata sesuai anjuran dapat membantu mengurangi keluhan.

INSTO Dry Eyes — Solusi untuk Mata Kering dan Gejala SePeLe

Mata kering membutuhkan pelumas yang dapat menggantikan atau menambah kelembapan alami mata. Salah satu solusi tepat yang bisa digunakan adalah INSTO Dry Eyes. Produk ini bekerja sebagai lubricant eye drops yang membantu meredakan gejala mata kering seperti sepet, perih, dan lelah, sesuai dengan kampanye SePeLe.

Beberapa keunggulan INSTO Dry Eyes:
• Mengandung bahan yang dapat membantu melumasi permukaan mata.
• Praktis digunakan di mana saja.

Cocok untuk pengguna gadget yang sering bekerja dengan visual intens.
• Membantu memberikan rasa nyaman pada mata dalam waktu relatif cepat.

Dengan penggunaan teratur sesuai kebutuhan, INSTO Dry Eyes dapat menjadi teman setia untuk menghadapi rutinitas sehari-hari yang padat.

Menurut Senior Vice President Marketing & International Operations Combiphar, Weitarsa Hendarto, INSTO merupakan brand tetes mata keluaran PT Combiphar, perusahaan consumer healthcare terdepan di Indonesia yang mengutamakan kesehatan konsumen.

INSTO saat ini memiliki dua varian, yaitu INSTO Regular untuk mengatasi kemerahan dan rasa perih di mata yang disebabkan oleh iritasi ringan, dan INSTO Dry Eyes yang digunakan untuk memberikan efek pelumas seperti air mata, mengatasi gejala kekeringan pada mata dan meringankan iritasi mata yang disebabkan kekurangan produksi air mata.

“Adanya varian terbaru INSTO Cool ini akan melengkapi fungsi dari INSTO yang tidak hanya sekadar mengatasi permasalahan pada mata, namun juga sekaligus memenuhi kebutuhan konsumen yang sangat menyukai sensasi dingin pada tetes matanya,” papar Weitarsa

Waspada dan Jangan Anggap Sepele

Dengan angka prevalensi yang mencapai hampir sepertiga populasi, mata kering seharusnya tidak lagi dipandang sebagai gangguan ringan. Mengenali gejala sejak awal dan melakukan perawatan yang tepat bisa membantu menjaga kesehatan mata di tengah tuntutan gaya hidup modern.

Karena pada akhirnya, mata yang sehat adalah kunci untuk tetap produktif dan menikmati kualitas hidup yang lebih baik.**

#Bisnis

Index

Berita Lainnya

Index