Kenaikan Harga Kernel Dongkrak TBS Sawit Swadaya di Riau

Kenaikan Harga Kernel Dongkrak TBS Sawit Swadaya di Riau
Hasil panen petani sawit di Riau (foto: Betty

iniriau.com, PEKANBARU – Pemerintah Provinsi Riau melalui Dinas Perkebunan (Disbun) kembali menetapkan harga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit pola kemitraan swadaya untuk periode 20 hingga 26 Mei 2026. Pada penetapan kali ini, harga TBS mengalami kenaikan dibanding pekan sebelumnya.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Bidang Pengolahan dan Pemasaran Disbun Riau, Vera Virgianti mengatakan, kenaikan tertinggi terjadi pada kelompok tanaman sawit umur 9 tahun.

“Untuk kelompok umur 9 tahun terjadi kenaikan sebesar Rp24,49 per kilogram atau sekitar 0,64 persen dari periode sebelumnya,” ujar Vera, Selasa (19/5/2026).

Dengan adanya kenaikan tersebut, harga pembelian TBS petani untuk umur 9 tahun ditetapkan menjadi Rp3.857,14 per kilogram. Sementara harga cangkang sawit berada di angka Rp26,09 per kilogram.

Disbun Riau juga menetapkan indeks K yang digunakan pada periode ini sebesar 92,87 persen. Meski harga crude palm oil (CPO) mengalami penurunan sebesar Rp29,63 per kilogram, harga kernel justru mengalami kenaikan Rp4 per kilogram dibanding pekan lalu.
Menurut Vera, terdapat sejumlah pabrik kelapa sawit (PKS) yang tidak melakukan penjualan pada periode penetapan kali ini. Karena itu, penentuan harga mengacu pada ketentuan Peraturan Menteri Pertanian Nomor 13 Tahun 2024 Pasal 16.

“Jika ada PKS yang tidak melakukan penjualan, maka harga CPO dan kernel yang dipakai menggunakan harga rata-rata tim. Sedangkan apabila terkena validasi dua, digunakan harga rata-rata KPBN,” jelasnya.

Adapun harga rata-rata CPO KPBN pada periode ini tercatat sebesar Rp15.191,67 per kilogram, sedangkan harga kernel KPBN berada di angka Rp14.828 per kilogram.

Vera menambahkan, kenaikan harga TBS kali ini dipengaruhi oleh membaiknya harga kernel di pasaran. Ia juga menilai perbaikan tata kelola penetapan harga sawit di Riau menjadi langkah positif yang didukung seluruh pemangku kepentingan.

“Komitmen bersama antara pemerintah daerah, stakeholder dan dukungan dari Kejaksaan Tinggi Riau diharapkan dapat terus meningkatkan pendapatan petani sawit dan berdampak pada kesejahteraan masyarakat,” tutupnya.**

#Bisnis

Index

Berita Lainnya

Index