Dapur MBG Beli Borongan, Harga Ayam,Telur dan Sayuran Meroket Ibu-ibu Menjerit

Dapur MBG Beli Borongan, Harga Ayam,Telur dan Sayuran  Meroket Ibu-ibu Menjerit
Kebutuhan harian (foto: Astrid)

iniriau com, Pekanbaru - Sejak program Makanan Bergizi Gratis (MBG) dimulai di Pekanbaru, dapur-dapur MBG tumbuh menjamur dan beroperasi. Dapur-dapur MBG itu melayani ribuan porsi makanan untuk sejumlah sekolah di Pekanbaru setiap harinya.

Tak terelakkan, dapur-dapur MBG pun akhirnya menyetok bahan makanan dalam jumlah besar untuk keperluan harian. Imbas dari membeli borongan itu, harga beberapa bahan makanan di pasar-pasar tradisional di Pekanbaru melonjak, akibat ketersediaan yang juga terbatas.

Hukum pasar pun berlaku, permintaan naik, sementara stok terbatas. Harga ayam potong, telur dan beberapa jenis sayuran adalah komoditi yang mengalami kenaikan akibat tingginya permintaan dapur-dapur MBG.

Di beberapa pasar tradisional di Pekanbaru, harga ayam potong bisa mencapai Rp34.000,- hingga Rp 35.000,- per kg. Jika konsumen membeli ayam dengan berat 1,5 kg misalnya, bisa mencapai harga Rp 50.000,-, Jumat(16/1).

"Sudah hampir satu bulan  ini harga ayam potong naik terus. Ayam ukuran besar Rp35.000,- per kg dan ayam ukuran kecil 33.000,- per kg. Jadi, kalau mau beli rata-rata perekor bisa sampai Rp 50.000,-. Sebelumnya harga ayam potong hanya 25.000,- sampai Rp 27.000,- per kg. Sejak dapur MBG beli banyak, harga jadi melonjak karena kita kesulitan mendapatkan ayam dari peternak. Kita dapat sisa-sisa dati MBG saja" ujar Zul yang berjualan ayam potong di Pasar Dupa Jl.Sudirman Pekanbaru,  Jumat (16/1/26).

Di Pasar Agus Salim, harga ayam potong tidak jauh berbeda dari Pasar Dupa.

"Iya, naik sampai Rp. Rp33.000,- sampai Rp 34.000 per kg. Ini karena dapur MBG yang sekali beli bisa sampai puluhan kilogram. Wajar, karena yang diberi makan ribuan siswa," kata pedagang ayam yang disapa Bu Azmir itu.

Selain itu, di kedua pasar tradisional tersebut harga beberapa sayuran seperti wortel, bunga kol dan brokoli juga melonjak tajam. Ketiga jenis sayuran ini paling sering diborong dapur MBG karena termasuk standar makan sehat MBG, dan anak-anak juga menyukainya.

Seperti wortel yang biasanya Rp 12.000,- naik jadi Rp18.000. Bunga kol  biasanya Rp 15.000,- naik sampai Rp25.000,- per kg. Lalu, brokoli, sebelumnya hanya Rp20.000,- naik sampai Rp30.000 per kg.

"Petugas dapur MBG itu biasanya belanja mulai dari dini hari hingga pagi. Itulah jadinya, mereka beli dalam jumlah banyak. Kita kadang kewalahan juga. Wortel, bunga kol dan brokoli naik harganya dibandingkan harga sayuran lainnya, " kata salah seorang pedagang sayur di pasar Agus Salim, Kusumawati.

Masih di kedua pasar tradisional tersebut, hanya harga telur ayam ras yang mulai turun. Pedagang telur ayam di Pasar Dupa Anto, mengatakan, harga telur ayam mulai turun setelah beberapa minggu naik cukup tinggi. Yakni dari Rp54.000 perpapan melonjak Dp65.000.

"Sudah tak masuk akal lagi harga telur ayam ras kemarin. Satu papan telur ayam ras bisa sampai Rp 60.000,- hingga Rp 65.000,-, Padahal sebelumnya hanya Rp 54.000,-56.000,- saja," kata Anto menjelaskan, Jumat siang.

"Itu gara-gara MBG, jadi naik semua harga telur ayam ras. Pelanggan saya yang punya rumah makan, kantin, sampai dua kali mikir beli telur ayam, tapi alhamdulilah, tiga hari ini sudah di harga Rp 56.000,- per papan," kata Anto lagi.

Tak kalah heboh, gara-gara imbas dapur MBG, emak-emak rempong juga ikut bersuara.

Bu Hasna, contohnya, mengaku agak berat kalau sudah mau beli ayam potong dan telur ayam. Apalagi di rumahnya anggota keluarga juga banyak.

"Iya, pusing kalau ke pasar mau beli ayam, telur dan wortel. Mau beli satu ekor ayam, takut tidak cukup, dibeli dua uangnya yang kurang. Bingung juga dibuatnya, bagusnya program MBG itu dihentikan saja," kata perempuan berkerudung itu.

Hal senada juga disampaikan oleh seorang ibu rumah tangga lainnya, Dewi. Biasanya beli telur ayam satu papan Rp 54.000,-, dan tiba-tiba harga telur jadi 60.000,-. Ia mengaku agak syok juga, karena dirumahnya telur ayam itu jadi lauk pengganti yang super cepat.

"Kami stok telur itu satu papan untuk 10 hari. Telur itu lauk pengganti yang paling jitu, karena gampang mengolahnya. Jadi, waktu harga telur ayam ras naik, agak berat belinya," kata Dewi singkat.

Program MBG, atau makan bergizi gratis bagi siswa sekolah adalah program pemerintah untuk meningkatkan gizi siswa. Tetapi seiring berjalannya waktu, program MBG hanya memindahkan masalah dari  para siswa yang mendapat makan gratis ke dapur ibu-ibu mereka yang kini menjerit akibat mahalnya harga Kebutuhan harian.

Lalu, siapakah yang diuntungkan dari program MBG? Orang tua siswa? Atau pemilik dapur-dapur MBG yang kebanyakan adalah jaringan orang-orang berduit dan punya link kekuasaan?**

#Bisnis

Index

Berita Lainnya

Index