iniriau.com, PEKANBARU — Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Provinsi Riau kembali menurunkan tim pengawas ke Pabrik Kelapa Sawit (PKS) Sungai Bawang, Kecamatan Singingi, Kabupaten Kuantan Singingi, guna mendalami kasus meninggalnya seorang pekerja yang terjadi pada Rabu (7/1/2026) dini hari.
Kepala Disnaker Provinsi Riau, Roni Rakhmat, mengatakan pemeriksaan ulang dilakukan karena hasil pengumpulan bahan dan keterangan (pulbaket) sebelumnya belum memberikan gambaran utuh terkait penyebab kematian korban.
“Tim sudah kami turunkan sebelumnya, namun data yang diperoleh masih terbatas. Karena itu kami kembali menurunkan tim untuk pendalaman,” ujar Roni, Rabu (14/1/2026).
Ia mengungkapkan, proses investigasi terkendala minimnya saksi di lokasi kejadian serta penolakan autopsi oleh pihak keluarga korban. Kondisi tersebut membuat Disnaker belum dapat memastikan apakah korban meninggal akibat kecelakaan kerja atau karena faktor penyakit.
“Hingga kini belum bisa disimpulkan penyebab kematian korban,” jelasnya. Meski demikian, Disnaker Riau telah meminta keterangan dari sedikitnya delapan orang saksi dan memastikan penyelidikan akan terus dilanjutkan hingga seluruh fakta terkumpul.
- Baca Juga Sumpah Abdul Wahid atau Proses KPK?
Roni juga menegaskan, pihaknya belum menemukan indikasi kelalaian perusahaan dalam peristiwa tersebut. Kesimpulan terkait tanggung jawab perusahaan baru akan disampaikan setelah pemeriksaan dinyatakan lengkap.
“Nanti hasilnya akan kami sampaikan secara terbuka kepada publik,” tegasnya.
Sebelumnya, seorang pekerja bernama M Rido Saragih dilaporkan meninggal dunia saat bertugas di area PKS Sungai Bawang. Korban sempat diduga tertimpa janjangan kosong (jangkos), namun dugaan tersebut masih menunggu kepastian hasil pemeriksaan resmi Disnaker Provinsi Riau.**