PEKANBARU-Sebanyak 3 tenaga harian lepas (THL) Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Pekanbaru akhirnya ditetapkan tersangka kasus Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang dilakukan Tim Sapu Bersih Pungutan Liar (Pungli) Ditreskrimsus Polda Riau.
Demikian diungkapkan Kabid Humas Polda Riau Kombes Pol Guntur Aryo Tejo, SIK, MM kepada wartawan di kantor Ditreskrimsus, Selasa (11/4/17) sore.
"Setelah menjalani pemeriksaan sejak kemarin sore, akhirnya kita menetapkan 3 tenaga honorer Dinas PU Kota Pekanbaru sebagai tersangka. Ketiganya langsung ditahan," ungkapnya.
Ketiga tersangka itu, sebut Guntur, yakni SAK (22), M (34) dan MH (22). Ketiga tersangka ini memiliki peran masing masing dalam perkara pungli tersebut.
"Tersangka SAK sebagai pengumpul para pemohon yang akan mengurus izin usaha jasa konstruksi. Pengakuan mereka praktek itu sudah berlangsung sejak awal 2016," terangnya.
Kemudian tersangka MH bertugas untuk melengkapi berkas administrasinya. Setelah berkas dan persyaratan lengkap, uang yang terkumpul diserahkan kepada M. Nantinya yang akan meneruskan uang tersebut kepada Kepala Bidang (Kabid) Unit Jasa Konstruksi (UJK) yang statusnya masih sebatas saksi.
"Dari ketiga tersangka sita uang tunai sebesar Rp1,4 juta," ungkap Guntur. Saat ditanya kemungkinan Kepala Dinas PU Kota dan Kabid UJK PU Pekanbaru terlibat dalam kasus ini, Kabid Humas menjelaskan masih perlu pendalaman.
Seperti diberitakan sebelumnya, kemarin siang Tim Saber Pungli Ditreskrimsus Polda Riau menangkap tangan 5 orang yang sedang melakukan praktek pungli. Kemudian berkembang diperiksa 4 pegawai honorer termasuk Kadis PU Kota Pekanbaru Zulkifli Harun dan Pj Kabid UJK Tuswan.**
sumber: riauterkini.com
Ketiga tersangka itu, yakni SAK (22), M (34) dan MH (22). Ketiga tersangka ini memiliki peran masing masing dalam perkara pungli tersebut.
Pilihan Redaksi
Index1 Januari 2026, Parkir di Alfamart Gratis
DPRD dan Pemko Pekanbaru Teken MoU KUA-PPAS APBD 2026 Senilai Rp 3,049 Triliun
Puncak Milad Muhammadiyah ke-113 dan UMAM ke-4 Dihadiri Raja Muda Perlis
PHR Catat Produksi Cemerlang di Sumur Pinang East-2 Capai 2.648 BOPD
TAF Turun Reses, Warga Sampaikan Masalah Banjir dan Program Rp 100 Juta per RW
Tulis Komentar
IndexBerita Lainnya
Index Hukum
Kasus Tender Bermasalah ULP Siak Memasuki Babak Penyidikan
Rabu, 11 Februari 2026 - 21:39:21 Wib Hukum
Tes Internal Ungkap Lima Personel Polres Meranti Gunakan Narkotika
Rabu, 11 Februari 2026 - 18:44:25 Wib Hukum
Sidang Penganiayaan Wali Murid di Pekanbaru, Korban Pilih Berdamai
Rabu, 11 Februari 2026 - 17:35:25 Wib Hukum
KPK Panggil Pj Gubri dalam Penyidikan Dugaan Korupsi Proyek PUPR-PKPP
Rabu, 11 Februari 2026 - 15:09:56 Wib Hukum