iniriau com, JAKARTA — Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) menegaskan komitmennya untuk memperkuat peran pers dalam menjaga demokrasi sekaligus mendorong pembangunan desa. Komitmen tersebut diwujudkan melalui pengukuhan Kelompok Kerja (Pokja) Newsroom Jaga Desa di lima provinsi.
Pengukuhan berlangsung di Hall Dewan Pers, Jakarta, dengan melibatkan pengurus Pokja Newsroom Jaga Desa dari Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat, Sumatera Selatan, dan Bengkulu.
Ketua Umum SMSI, Firdaus, mengatakan keberadaan Pokja Newsroom Jaga Desa tidak sekadar menjadi program organisasi. Menurutnya, gerakan tersebut memiliki misi strategis, mulai dari memperkuat perhatian terhadap desa hingga menjaga persatuan dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
“Pokja ini merupakan bagian dari ikhtiar SMSI untuk menunjukkan bahwa Indonesia tetap kondusif. Di sisi lain, kami ingin memberikan perhatian lebih terhadap persoalan dan potensi desa serta ikut menjaga NKRI,” ujar Firdaus.
Ia menambahkan, pengukuhan tersebut juga menjadi momentum untuk menegaskan kembali pentingnya independensi dan idealisme pers, terutama ketika kondisi politik nasional tengah dinamis.
Firdaus menyebut lima provinsi yang dikukuhkan telah menunjukkan kesiapan melalui berbagai program yang sebelumnya dicanangkan SMSI. Karena itu, ia berharap keberadaan Pokja tersebut mampu menghasilkan pemberitaan yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat desa.
Pembentukan Pokja Newsroom Jaga Desa sendiri merupakan kelanjutan dari rangkaian penguatan organisasi yang sebelumnya telah dilakukan di sejumlah daerah. Setelah Bali pada awal Juli, pembentukan juga berlanjut ke Lampung, Banten, dan Kepulauan Riau.
Wakil Direktur Pemberdayaan Daerah SMSI Pusat, Jayanto Arus Adi, mengatakan daerah lain akan segera mengikuti langkah serupa. Ia menyebut pengukuhan tersebut menjadi bagian dari agenda nasional SMSI untuk memperluas peran media dalam mengawal isu-isu pembangunan desa.
“Setelah lima provinsi ini, daerah lainnya akan menyusul. Kami ingin gerakan ini berkembang secara bersama-sama sehingga pemberitaan mengenai desa semakin kuat dan memiliki dampak,” kata Jayanto.
Ahli Pers Dewan Pers itu menilai momentum pengukuhan juga penting di tengah meningkatnya dinamika sosial dan politik. Ia mengajak insan pers tetap menjalankan tugas jurnalistik berdasarkan prinsip profesionalisme.
Sementara itu, Prof. Dr. Harris Arthur Hedar menegaskan SMSI sebagai organisasi profesi media memiliki tanggung jawab untuk memberikan kontribusi nyata dalam menjaga kehidupan demokrasi.
Menurutnya, menjaga stabilitas nasional tidak berarti membatasi masyarakat dalam menyampaikan aspirasi. Sebaliknya, media memiliki peran penting memastikan masyarakat memperoleh informasi yang akurat, jernih, dan berimbang.
“SMSI berkomitmen menjaga stabilitas nasional dan keutuhan negara, namun tetap menghormati hak warga negara untuk menyampaikan aspirasi. Pers harus tetap berada pada koridor profesional dan menyajikan informasi yang jernih serta berimbang,” ujarnya.
Melalui Pokja Newsroom Jaga Desa, SMSI berharap media di daerah semakin aktif mengangkat berbagai potensi, persoalan, inovasi, serta kebutuhan masyarakat desa. Dengan demikian, desa tidak hanya menjadi objek pemberitaan, tetapi juga ditempatkan sebagai bagian penting dalam pembangunan dan penguatan Indonesia.**