Udara Pekanbaru Berbahaya, AQI Capai 412 Warga Diminta Waspada

Udara Pekanbaru Berbahaya, AQI Capai 412 Warga Diminta Waspada
Kota Pekanbaru yang diselimuti kabut asap Senin (24/8/2026) - foto:ss video sosmed

iniriau com, PEKANBARU – Kualitas udara di Kota Pekanbaru mengalami penurunan drastis pada Selasa (25/8/2026) pagi. Kabut asap yang menyelimuti hampir seluruh wilayah kota membuat tingkat pencemaran udara berada pada level yang mengkhawatirkan.

Berdasarkan data pemantauan pada pukul 06.00 WIB, indeks kualitas udara (AQI) di Pekanbaru mencapai angka 412 atau masuk kategori berbahaya. Sementara konsentrasi partikel halus PM2.5 tercatat sebesar 281 mikrogram per meter kubik, jauh di atas ambang batas yang aman bagi kesehatan.

Kondisi tersebut menyebabkan jarak pandang menurun dan berpotensi memicu gangguan kesehatan, terutama pada anak-anak, lansia, serta warga yang memiliki riwayat penyakit pernapasan.

Menanggapi situasi itu, Wakil Wali Kota Pekanbaru Markarius Anwar meminta masyarakat untuk mengurangi aktivitas di luar ruangan hingga kondisi udara kembali membaik.

“Kalau tidak ada kepentingan mendesak, sebaiknya aktivitas dilakukan di dalam rumah. Saat ini kualitas udara sedang tidak baik dan perlu menjadi perhatian bersama,” ujar Markarius.

Ia menegaskan kelompok rentan harus mendapatkan perlindungan lebih dari dampak kabut asap. Orang tua diminta membatasi aktivitas anak di luar rumah, sementara lansia diimbau tidak terlalu lama terpapar udara terbuka.

Menurut Markarius, penggunaan masker juga menjadi langkah penting bagi warga yang tetap harus beraktivitas di luar rumah. Selain itu, masyarakat diminta terus memantau informasi resmi terkait perkembangan kualitas udara.

“Bagi yang harus keluar rumah, gunakan masker yang sesuai agar paparan partikel asap dapat diminimalkan. Keselamatan dan kesehatan harus menjadi prioritas,” katanya.

Pemerintah Kota Pekanbaru, lanjutnya, terus memantau perkembangan situasi bersama instansi terkait. Perubahan kondisi cuaca, arah angin, serta sumber asap menjadi faktor yang memengaruhi tingkat pencemaran udara di wilayah tersebut.

Sementara itu, data cuaca pada pagi hari menunjukkan suhu udara berada di kisaran 27 derajat Celsius dengan kelembapan mencapai 84 persen. Kecepatan angin yang hanya sekitar 4 kilometer per jam turut menyebabkan asap bertahan lebih lama di atmosfer Kota Pekanbaru.

Masyarakat diimbau tetap tenang namun meningkatkan kewaspadaan dengan mengurangi aktivitas luar ruang, memperbanyak konsumsi air putih, serta segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan apabila mengalami gangguan pernapasan akibat kabut asap.**

#Pemerintahan

Index

Berita Lainnya

Index