Kebakaran Lahan Riau Kian Luas, Bantuan Helikopter WB Segera Tiba

Kebakaran Lahan Riau Kian Luas, Bantuan Helikopter WB Segera Tiba
Ilustrasi helikopter water bombing (foto: Antara)

iniriau.com, PEKANBARU – Upaya penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Provinsi Riau terus diperkuat. Dalam waktu dekat, satu unit helikopter water bombing (WB) tambahan dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dijadwalkan tiba untuk mendukung operasi pemadaman.

Kepala BPBD dan Pemadam Kebakaran Riau, Edy Afrizal, mengatakan kedatangan helikopter tersebut sudah mendapat konfirmasi dari instansi terkait dan diperkirakan tiba dalam pekan ini.
“Insya Allah minggu ini sudah sampai,” ujarnya, Minggu (5/4/2026).

Saat ini, total tiga helikopter telah bersiaga di Riau. Dua di antaranya merupakan helikopter patroli bantuan dari Kementerian Kehutanan dan BNPB yang juga difungsikan untuk mendukung penanganan karhutla. 

Selain itu, satu unit helikopter WB jenis Super Puma telah lebih dulu beroperasi. Menurut Edy, penambahan helikopter ini merupakan tindak lanjut dari permohonan Pemerintah Provinsi Riau yang diajukan sejak awal Maret lalu. 

Langkah tersebut dinilai penting mengingat banyak titik kebakaran berada di lokasi yang sulit dijangkau jalur darat. Sejumlah wilayah seperti Kabupaten Pelalawan dan Bengkalis, khususnya di Desa Teluk Lancar dan Kelemantan, menjadi contoh area rawan yang membutuhkan dukungan pemadaman dari udara.

“Keterbatasan akses dan peralatan di darat menjadi kendala. Apalagi jika kebakaran terjadi di kawasan perbukitan. Kehadiran helikopter WB sangat membantu mempercepat pemadaman dan mencegah api meluas,” jelasnya.

Berdasarkan data terkini, luas karhutla di Riau hingga awal April 2026 telah mencapai 3.299,73 hektare. Kabupaten Pelalawan menjadi wilayah dengan luasan terbakar terbesar yakni 1.735,31 hektare, disusul Bengkalis 687,51 hektare, Dumai 374,12 hektare, dan Indragiri Hilir 178,75 hektare.

Selanjutnya, Siak tercatat 119,29 hektare, Kampar 62,15 hektare, Rokan Hilir 54,00 hektare, Indragiri Hulu 36,40 hektare, Pekanbaru 34,05 hektare, Kepulauan Meranti 13,40 hektare, serta Kuantan Singingi 4,75 hektare. Sementara itu, Rokan Hulu dilaporkan masih nihil kejadian karhutla.

Pemerintah daerah berharap tambahan armada udara ini mampu mempercepat penanganan kebakaran sekaligus menekan potensi meluasnya karhutla di tengah kondisi cuaca yang cenderung kering.**

#Pemerintahan

Index

Berita Lainnya

Index