iniriau.com, BENGKALIS — Perayaan Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili menjadi momen bersejarah bagi warga binaan keturunan Tionghoa di Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Bengkalis. Sebanyak 25 warga binaan mengikuti ritual sembahyang sekaligus membakar Jinzhi (uang arwah) dan Kim Cua (uang persembahan untuk dewa) di Klenteng Co Sai Bio, Selasa (17/2/2026).
Kegiatan ini menjadi perayaan Imlek pertama sejak klenteng tersebut dibangun kurang dari satu tahun lalu. Ritual dilakukan sebagai bentuk penghormatan kepada leluhur sekaligus wujud pengabdian spiritual kepada dewa-dewa dalam tradisi kepercayaan Tionghoa.
Meski berada di dalam lapas, warga binaan tetap diberikan kesempatan menjalankan ibadah sesuai keyakinan masing-masing. Momentum Imlek yang identik dengan kebersamaan keluarga dimaknai para warga binaan melalui doa dan persembahyangan bersama di klenteng lapas.
Perayaan berlangsung di bawah pengawasan petugas keamanan untuk memastikan kegiatan berjalan tertib dan kondusif. Humas lapas, Erwin, menegaskan pihaknya tetap mengedepankan pemenuhan hak beragama bagi seluruh warga binaan.
“Walaupun berada di dalam lapas, mereka tetap memiliki hak untuk menjalankan ibadah sesuai agama dan kepercayaannya,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Lapas Bengkalis, Priyo Tri Laksono, menginstruksikan seluruh jajaran pembinaan untuk mengawal pelaksanaan kegiatan sesuai prosedur keamanan yang berlaku.
Ia menegaskan, kehadiran petugas pengamanan bertujuan menjaga ketertiban tanpa mengurangi kekhusyukan ibadah warga binaan.
Pelaksanaan Imlek di lingkungan lapas juga menjadi bagian dari implementasi Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2022 tentang Pemasyarakatan, khususnya terkait pemenuhan hak kebebasan beragama bagi warga binaan. Perayaan berlangsung aman, tertib, dan lancar hingga seluruh rangkaian ibadah selesai dilaksanakan.**