Iniriau.com, PEKANBARU - Dengan menawarkan aneka kemudahan, kasus pinjaman online ilegal kini justru banyak menjerat korban sehingga membuat resah warga Pekanbaru. Otoritas Jasa Keuangan Riau angkat bicara, serta meminta masyarakat untuk cerdas dalam memilih segala bentuk pinjaman yang ditawarkan.
Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan, ada sebanyak 107 pinjaman online resmi yang bisa dimanfaatkan masyarakat. Namun sayangnya, banyak masyarakat yang tidak mengetahuinya dan justru malah terjerumus kepada transaksi pinjaman online ilegal.
Kepala Otoritas Jasa Keuangan Riau, Muhammad Lutfi mengatakan, kondisi Pandemi Covid-19 membuat banyak masyarakat membutuhkan likuiditas keuangan hingga akhirnya terjebak ke dalam pinjaman online ilegal. Meski memberikan kemudahan, namun ternyata bunga pinjaman online cukup menjerat masyarakat.
"Masyarakat harus berhati-hati, meski pengajuannya cukup mudah namun bunganyabtak sangat tinggi. Bahkan ada salah satu pinjaman online ilegal yang mematok bunga pinjaman sebesar 0,8 persen per hari atau sekitar 25 persen per bulan. Nah ini bisa disayangkan kalau mereka minjamnya sampai 6 bulan atau satu tahun, bunganya sangat besar. Kita bersama Kementerian Komunikasi dan Informasi, telah menutupi sekitar 3.500 lebih situs pinjaman online legal. Bahkan yang terbaru, ada sebanyak 151 pinjaman online legal yang ditutup Kementerian Kominfo pada tanggal 11 Oktober lalu,” ucap Lutfi kepada Iniriau.com, Rabu (13/10).
Lutfi berpesan, agar masyarakat lebih cerdas dalam memilih investasi keuangan dan pinjaman yang ditawarkan pihak perbankan maupun non perbankan. Dimana, setiap entitas yang mendapat izin resmi tentunya harus mengikuti aturan yang ditetapkan oleh Otoritas Jasa Keuangan. **
Pinjol Ilegal Resahkan Warga, OJK Riau Angkat Bicara
Redaksi
Rabu, 13 Oktober 2021 - 18:24:37 WIB
Pilihan Redaksi
Index1 Januari 2026, Parkir di Alfamart Gratis
DPRD dan Pemko Pekanbaru Teken MoU KUA-PPAS APBD 2026 Senilai Rp 3,049 Triliun
Puncak Milad Muhammadiyah ke-113 dan UMAM ke-4 Dihadiri Raja Muda Perlis
PHR Catat Produksi Cemerlang di Sumur Pinang East-2 Capai 2.648 BOPD
TAF Turun Reses, Warga Sampaikan Masalah Banjir dan Program Rp 100 Juta per RW
Tulis Komentar
IndexBerita Lainnya
Index Pemprov Riau
Pemprov Riau Bahas Pemulihan TNTN dan Relokasi Warga Bersama AMMP
Jumat, 13 Februari 2026 - 18:01:12 Wib Pemprov Riau
Pemprov Riau Terapkan Jam Kerja Baru untuk ASN saat Ramadan
Kamis, 12 Februari 2026 - 16:42:17 Wib Pemprov Riau
Pemprov Riau Siapkan 30 Blok WPR Legalkan Tambang Emas Rakyat di Kuansing
Rabu, 11 Februari 2026 - 21:07:48 Wib Pemprov Riau
Program Swasembada Pangan di Riau Diperkuat, Produksi Padi Tumbuh Dua Digit
Selasa, 10 Februari 2026 - 11:40:21 Wib Pemprov Riau