PASIRPANGARAIAN- Virus Jembrana masih menyerang sapi jenis Bali milik peternak di Kabupaten Rokan Hulu (Rohul). Namun demikian, jumlah sapi yang mati akibat terserang virus jauh berkurang.
Kepala Dinas Peternakan dan Perkebunan (Disnakbun) Kabupaten Rohul, Sri Hardono, mengatakan virus Jembrana menyerang ribuan sapi Bali di sejumlah kecamatan.
Data terakhir, lebih dari 3.000 ekor sapi jenis Bali mati mendadak, dan sebagian dijual oleh peternak ke belantik (agen sapi) dengan harga murah, sekira Rp4 juta per ekor.
"Tapi sekarang sudah berangsur mulai hilang, tidak seperti pada akhir 2016 lalu, sapi yang mati begitu banyak akibat virus Jembrana," jelas Sri Hardono ditemui wartawan di kantor Disnakbun Rohul, Senin (13/3/17).
Hardono mengakui sejak virus Jembarana menyerang, peternak sempat panik. Disnakbun Rohul segera bertindak, namun tidak sedikit peternak yang merugi karena sapi peliharaan mati, dan ada yang dijual murah.
Ia mengakui virus Jembrana mewabah, karena sapi yang masih dalam pengobatan dilepas oleh peternak, sehingga sapi Bali yang sehat tertular dari liur sapi yang mengidap virus Jembrana.
"Sapi (Bali) yang terindikasi terserang virus Jembrana harus segera diobati dan dikandangkan. Ini dilakukan agar virus tidak menyebar ke sapi yang sehat," katanya.
Hardono mengimbau ke peternak di Rohul agar tidak langsung menjual sapinya dengan harga murah yang terindikasi Jembrana. Diakuinya, sapi masih bisa diobati.
"Segera laporkan kalau sapi terindikasi terserang virus (Jembrana)," saran Sri Hardono.
"Saya juga mengimbau ke masyarakat jangan mau ditakut-takuti oleh belantik yang mau membeli sapi dengan harga murah, karena sapi yang terindikasi tidak langsung mati," tambahnya.
Hardono menambahkan virus Jembrana masih menyerang sapi di lima kecamatan, seperti di Kecamatan Rambah Samo, Rambah, Bangun Purba, dan Rambah Hilir, dan Tambusai Utara. Namun, jumlah sapi yang terserang jauh berkurang.***(riauterkini.com)
3.000-an Sapi Bali di Rohul Mati Diserang Virus Jembrana
Redaksi
Selasa, 00 0000 - 00:00:00 WIB
Kepala Dinas Peternakan dan Perkebunan (Disnakbun) Kabupaten Rohul, Sri Hardono
Pilihan Redaksi
Index1 Januari 2026, Parkir di Alfamart Gratis
DPRD dan Pemko Pekanbaru Teken MoU KUA-PPAS APBD 2026 Senilai Rp 3,049 Triliun
Puncak Milad Muhammadiyah ke-113 dan UMAM ke-4 Dihadiri Raja Muda Perlis
PHR Catat Produksi Cemerlang di Sumur Pinang East-2 Capai 2.648 BOPD
TAF Turun Reses, Warga Sampaikan Masalah Banjir dan Program Rp 100 Juta per RW
Tulis Komentar
IndexBerita Lainnya
Index Lingkungan
Api Belum Padam, Karhutla Bengkalis Melebar ke Sejumlah Desa
Rabu, 11 Februari 2026 - 14:10:28 Wib Lingkungan
Riau Jadi Penyumbang Terbesar Hotspot di Sumatera, Total 251 Titik
Rabu, 11 Februari 2026 - 08:02:39 Wib Lingkungan
Cuaca Riau Didominasi Berawan, BMKG Catat 104 Hotspot Terbanyak di Sumatera
Selasa, 10 Februari 2026 - 09:05:12 Wib Lingkungan
Karhutla Bengkalis Muncul Lagi, Asap Terpantau di Desa Sukarjo Mesim
Senin, 09 Februari 2026 - 20:10:21 Wib Lingkungan