Pekanbaru, iniriau,com-Kondisi Kota Pekanbaru sampai kini masih diselimuti kabut asap. Beberapa alat Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) yang ada di Ibukota Provinsi Riau menunjukkan informasi berbeda.
Hal ini menimbulkan polemik di antara masyarakat. Sebab, ISPU milik Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Pekanbaru menunjukkan kondisi udara Sedang di angka 65. Sementara data ISPU yang disampaikan BMKG dan KLHK RI jauh berbeda.
Walikota Pekanbaru, Dr Firdaus MT menegaskan bahwa ekspos terhadap data ISPU di Kota Pekanbaru harus muncul dari satu pintu. Informasi tentang ISPU setiap harinya bakal disampaikan oleh DLHK Kota Pekanbaru.
"Hal ini untuk mencegah kepanikan di tengah masyarakat, jadi nantinya sumber informasi ISPU disampaikan oleh DLHK Pekanbaru," kata Walikota usai rapat penanggulangan bencana kabut asap di Kantor Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kota Pekanbaru, Senin (26/8/2019).
Menurutnya, angka ISPU disampaikan setelah pemantauan selama 24 jam. Setiap pukul 15.00 WIB disampaikan oleh tim dari Labor Udara DLHK Kota Pekanbaru. Sedangkan kualitas udara disampaikan tiga kali dalam sehari. Penyampaiannya pada pagi, siang dan sore.
Nantinya ini untuk memantau partikel yang ada di udara. Firdaus menilai angka ISPU sangat penting dalam mengambil kebijakan tentang penanggulangan kabut asap. Satu kebijakan yakni untuk meliburkan siswa.
"Kebijakan meliburkan siswa tetap sesuai ISPU yang dikeluarkan DLHK Pekanbaru," jelasnya.
Firdaus mengaku saat ini baru tersedia tiga stasiun pemantau kualitas udara di Kota Pekanbaru. Lokasinya tersebar di Kulim, Sukajadi dan Tampan.
Hasil pemantauan bisa dilihat di dua panel penyajian data ISPU. Satu panel ada di depan Kantor Walikota Pekanbaru Jalan Jenderal Sudirman dan Jalan Tuanku Tambusai.
Kondisi ini membuat hasil pantauan kuliatas udara di setiap wilayah Pekanbaru berbeda. "Walau tidak ada di seluruh wilayah. Tapi secara umum pengamatan bisa dilakukan menyeluruh," kata dia.
Jarak Pandang Sempat 1 Km
Kondisi kabut asap di Kota Pekanbaru, Senin (26/8) pagi cukup pekat. Jarak pandang di wilayah Pekanbaru sempat hanya 1 Km saja.
Kondisi itu lantaran pekatnya asap. Asap yang ada di Ibukota Provinsi Riau ini merupakan kiriman dari wilayah Riau bagian Selatan.
"Hotspot secara umum terkosentrasi di Riau bagian selatan, seperti Pelalawan, Inhil, sebagian Inhu dan Bengkalis," kata Kepala Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Pekanbaru, Sukisno.
Asap yang ditimbulkan akibat Kebakaran Hutan dan Lahan di empat kabupaten itu didorong angin yang mengarah ke tenggara Provinsi Riau.
"Angin mengarah ke Tenggara, sumber dari Benua Australia masuk Sumatera lurus ke Riau," sambungnya.
Ia menyebut, kondisi asap tidak hanya terjadi di Pekanbaru. Kondisi ini juga terjadi di Kampar, Pelalawan, Rengat. Jarak pandang di Pekanbaru sempat mencapai 1 Km saja.
"Jarak pandang karena asap dan uap air, pukul 8 jarak pandang sudah meningkat ke 2 Km. Itu dari pengamatan di bandara," kata dia. (irc/hallioriau)
Kondisi Udara Sedang, Pekanbaru Merujuk ISPU DLHK
Redaksi
Senin, 26 Agustus 2019 - 16:12:38 WIB
Pilihan Redaksi
Index1 Januari 2026, Parkir di Alfamart Gratis
DPRD dan Pemko Pekanbaru Teken MoU KUA-PPAS APBD 2026 Senilai Rp 3,049 Triliun
Puncak Milad Muhammadiyah ke-113 dan UMAM ke-4 Dihadiri Raja Muda Perlis
PHR Catat Produksi Cemerlang di Sumur Pinang East-2 Capai 2.648 BOPD
TAF Turun Reses, Warga Sampaikan Masalah Banjir dan Program Rp 100 Juta per RW
Tulis Komentar
IndexBerita Lainnya
Index Pekanbaru
Pemko Pekanbaru Perluas Penanganan Anak Putus Sekolah di 2026
Kamis, 12 Februari 2026 - 13:31:53 Wib Pekanbaru
Musrenbang Limapuluh, Agung Nugroho Tekankan Pembangunan Berbasis Kebutuhan Warga
Rabu, 11 Februari 2026 - 21:47:09 Wib Pekanbaru
Pemko Optimalkan LPS di Tingkat Kelurahan Atasi Tumpukan Sampah
Rabu, 11 Februari 2026 - 12:39:00 Wib Pekanbaru
Pemko Pekanbaru dan TNI Bersinergi Lewat TMMD ke-127
Selasa, 10 Februari 2026 - 13:29:05 Wib Pekanbaru