Iniriau.com, Batam - Pertamina Hulu Rokan (PHR) Regional 1 menyelenggarakan Media Gathering 2026, sebagai bagian dari komitmen memperkuat kolaborasi dan komunikasi strategis dengan media massa. Mengusung tema “Innovating Through Collaboration”, kegiatan ini menjadi momentum apresiasi sekaligus sarana mempererat kemitraan dengan insan pers yang selama ini berperan penting dalam mendukung literasi publik dan ketahanan energi nasional.
Melalui kegiatan ini, PHR Regional 1 menegaskan pentingnya peran media sebagai mitra strategis dalam menyampaikan informasi yang akurat, berimbang, dan konstruktif mengenai industri hulu migas. Selain memperkuat silaturahmi, Media Gathering 2026 juga dirangkaikan dengan Malam Apresiasi Anugerah Jurnalistik Pertamina (AJP) 2025, sebagai bentuk penghargaan atas kontribusi jurnalis di wilayah kerja Regional 1.
Direktur Utama PHR Regional 1, Muhamad Arifin, menyampaikan bahwa dirinya ingin membangun hubungan yang lebih dekat dan berteman dengan media. Menurutnya, tantangan operasional di tahun 2026 tidak dapat dihadapi sendiri, melainkan membutuhkan dukungan ekosistem yang solid, termasuk peran media sebagai mitra strategis.
“ PHR Regional 1 memikul tanggung jawab besar dalam menjaga pasokan energi nasional. Sekitar sepertiga lifting minyak nasional. Ini menunjukkan betapa krusialnya peran Regional 1 dalam menjaga ketahanan energi Indonesia,” ujar Arifin.
Ia menambahkan, mayoritas aset yang dikelola PHR Regional 1 merupakan lapangan migas yang telah mature, sehingga secara alamiah menghadapi tantangan laju penurunan produksi. Namun demikian, PHR Regional 1 tidak menjadikan kondisi tersebut sebagai hambatan.
“Di tahun 2026, kami mengusung strategi agresif namun terukur. Pengeboran sumur pengembangan terus kami dorong dengan tetap mengedepankan keselamatan. Kami menerapkan pendekatan seperti sumur eksplorasi Migas Non Konvensional (MNK), Batch Drilling dan Velocity String agar lapangan tua tetap produktif dan andal,” jelasnya.
Selain itu, transformasi digital dan pemanfaatan kecerdasan buatan menjadi pilar penting dalam strategi operasi. Melalui Digital & Innovation Center (DICE) dan sistem ONE PHR GIS, PHR Regional 1 mengintegrasikan data, digitalisasi, dan AI untuk meningkatkan akurasi pengambilan keputusan, efisiensi operasi, serta keselamatan kerja.
“Kalau rekan-rekan jurnalis memanfaatkan AI untuk menjaga akurasi pemberitaan, kami menggunakan AI untuk menjaga akurasi produksi. Di titik inilah kami merasa berada pada frekuensi yang sama dengan media—sama-sama mengandalkan data, verifikasi, dan presisi,” lanjut Arifin.
Dalam kesempatan tersebut, Arifin menegaskan bahwa dukungan media sangat dibutuhkan untuk mengiringi perjalanan PHR Regional 1 mencapai target produksi 2026.
“Kami membutuhkan rekan-rekan media sebagai mitra yang kritis sekaligus konstruktif. Sampaikan jika ada yang perlu diperbaiki, namun kami juga berharap perjuangan ribuan pekerja di lapangan dapat tersampaikan secara utuh kepada publik,” ujarnya.
Ke depan, PHR Regional 1 berkomitmen untuk terus membuka ruang komunikasi, memperkuat kolaborasi, dan menjaga transparansi.
“Menjaga energi Indonesia bukan hanya soal target hari ini, tetapi tentang membangun kepercayaan dan keberlanjutan untuk masa depan. Dengan kolaborasi yang kuat, kami yakin tantangan seberat apa pun dapat kita hadapi bersama,” tutup Arifin. **