Festival “Panggung Gajah” Jadi Ajang Edukasi Konservasi di Pekanbaru

Ahad, 12 April 2026 | 11:26:28 WIB
Kapolda Riau Irjen Pol Herry Heryawan melihat lomba mewarnai di Festival Seni Konservasi “Panggung Gajah” yang digelar oleh Polda Riau di kawasan Rumah Tuan Kadi, Pekanbaru, Sabtu (11/4/2026) malam. Foto Humas Polda Riau

iniriau.com, PEKANBARU – Upaya membangun kesadaran masyarakat terhadap pelestarian satwa liar terus digencarkan. Salah satunya melalui Festival Seni Konservasi bertajuk “Panggung Gajah” yang digelar Polda Riau di kawasan Rumah Tuan Kadi, Sabtu (11/4/2026) malam.

Kegiatan ini mengusung pendekatan kreatif dengan menghadirkan pertunjukan teaterikal bertema Gajah Sumatera yang dibawakan seniman lokal. Selain itu, festival juga diramaikan dengan pembacaan puisi, lomba cipta puisi tingkat nasional, serta lomba mewarnai untuk anak-anak sebagai sarana edukasi sejak dini.

Dalam agenda tersebut, Kapolda Riau Irjen Pol Herry Heryawan turut meluncurkan buku berjudul “Sayangi Aku”. Buku tersebut memuat pesan moral yang mengajak masyarakat untuk lebih peduli terhadap keberlangsungan hidup satwa liar, khususnya gajah yang kini menghadapi tekanan serius di habitat aslinya.

Festival ini merupakan hasil kolaborasi antara Polda Riau bersama Komunitas Seni Rumah Sunting. Kolaborasi tersebut diharapkan mampu menghadirkan pendekatan yang lebih humanis dan menyentuh dalam menyampaikan pesan konservasi kepada publik.

Dalam sambutannya, Kapolda menyoroti kondisi gajah yang kian terancam akibat alih fungsi hutan menjadi lahan perkebunan serta praktik perburuan ilegal. Situasi tersebut tidak hanya mengancam populasi satwa, tetapi juga memicu konflik antara manusia dan gajah di sejumlah wilayah di Riau.

“Momentum ini menjadi pengingat bagi kita semua untuk peduli terhadap satwa yang tidak bisa menyuarakan nasibnya. Kita harus menjadi perpanjangan suara mereka,” ujarnya.

Ia juga menegaskan komitmen kepolisian dalam mendukung upaya pelestarian, termasuk melalui penindakan terhadap kasus perburuan liar yang sebelumnya telah berhasil diungkap.

Melalui festival ini, masyarakat diharapkan tidak sekadar menikmati hiburan, tetapi juga terdorong untuk ikut menjaga kelestarian lingkungan. Edukasi kepada generasi muda menjadi kunci penting agar kesadaran terhadap perlindungan satwa terus tumbuh di masa mendatang.**

Tags

Terkini