iniriau.com, BENGKALIS – Sejumlah pasien rujukan terpaksa menunda pengobatan di RSUD Bengkalis setelah layanan poliklinik tutup pada Sabtu (4/4/2026). Kondisi ini memicu kekecewaan, terutama bagi pasien yang sudah mendaftar melalui aplikasi JKN.
Berdasarkan data di aplikasi, pasien memperoleh jadwal pelayanan pada hari yang sama dengan status dilayani. Berbekal informasi tersebut, mereka tetap datang ke rumah sakit. Namun setibanya di lokasi, pelayanan poli ternyata tidak beroperasi.
Petugas keamanan rumah sakit menjelaskan bahwa layanan rujukan memang diliburkan pada hari itu dan pasien diminta kembali pada Senin (6/4/2026).
Salah seorang keluarga pasien mengaku kecewa karena harus menempuh perjalanan jauh.
Ia menyebut orang tuanya datang dari Rupat untuk kontrol, namun tidak mendapatkan pelayanan sesuai jadwal di aplikasi.
Menanggapi hal tersebut, Wakil Direktur Pelayanan dan Keperawatan RSUD Bengkalis, Tino Suhendro, membenarkan bahwa pelayanan poli ditutup karena kebijakan libur nasional.
Ia menegaskan, penutupan hanya berlaku untuk layanan poliklinik dan telah diumumkan melalui media sosial. Menurutnya, ketidaksesuaian terjadi karena jadwal di aplikasi Mobile JKN merupakan jadwal yang sebelumnya dibuat oleh dokter atau fasilitas kesehatan. Ketika ada perubahan kebijakan seperti libur, data tersebut tidak otomatis diperbarui.
“Pasien sebenarnya bisa melakukan penjadwalan ulang atau kembali mendaftar saat pelayanan sudah normal,” jelasnya.
Tino juga mengakui penyampaian informasi belum sepenuhnya efektif, mengingat tidak semua masyarakat mengakses media sosial. Pihak rumah sakit menyatakan akan melakukan evaluasi agar kejadian serupa tidak terulang.**