Iniriau.com, Surabaya - Tabir kasus mutilasi mayat dalam koper yang ditemukan di Blitar sedikit terkuat. Motif pembunuhan sadis ini diduga masalah asmara sesama jenis. Sementara bagian kepala korban sampai saat ini masih belum ditemukan.
Tim gabungan yang dipimpin Kasubdit Jatanras Polda Jatim mengkonsentrasikan penyelidikan mayat dalam koper di Kediri. Diduga, Blitar hanya menjadi lokasi pembuangan mayat Budi Hartanto. Mayat tanpa kepala yang ditemukan dalam koper.
"Kita menduga bahwa Blitar Kota hanyalah tempat pembuangan. Eksekusi bukan ditempat itu," kata Kabid Humas Polda Jatim Kombes Frans Barung Mangera saat dikonfirmasi, Jumat (5/4).
Pemburuan pelaku dan pencarian bagian kepala korban yang merupakan warga warga Kelurahan Tamanan, Kecamatan Mojoroto, Kediri itu terus diupayakan oleh pihak kepolisian. Mereka menjadikan Mako Polresta Kediri sebagai home base proses penyelidikan kasus dugaan mutilasi tersebut.
Dari belasan saksi yang diperiksa, salah satu saksi diketahui berstatus PNS yang berdinas di lingkup Kabupaten Nganjuk. Yakni pria berinisial RG.
"Kita sudah periksa itu alibinya, ternyata bukan. Walaupun yang bersangkutan seorang laki-laki memang sudah pernah berhubungan dengan korban," ujar Barung.
Sementara di Blitar, polisi meminta keterangan seorang saksi yang terakhir kali berkomunikasi dengan Budi. Dia seorang pria yang diketahui dari jejak digital di HP korban. Pria itu berinisial IS.
Hubungan korban dengan IS sebatas teman. Dalam pemeriksaan, IS mengaku berkenalan dengan korban melalui media sosial. Mereka kemudian secara intens berkomunikasi, baik melalui handphone maupun bertemu langsung.
"Polisi telah periksa saksi yang terakhir komunikasi dengan korban. Inisialnya IS. Sekarang sudah diamankan," kata Kapolresta Blitar AKBP Adewira Negara Siregar saat dimintai konfirmasi.
Polda Jatim menyebutkan adanya hubungan tertentu sebagai salah satu motif kasus mutilasi mayat dalam koper. Tapi mereka enggan menjabarkan hubungan itu. Namun dari 14 saksi yang telah diperiksa, lima di antaranya lelaki yang bertingkah laku gemulai layaknya wanita.
Selain mengaku sebagai sahabat, kelima saksi juga mengaku berkenalan dengan korban melalui media sosial. Mereka merupakan teman korban sesama dancer.
"Iya memang gemulai. Mereka berlima ini lelaki tapi sesama dancer dengan korban," Kasubdit III Jatanras Polda Jatim AKBP Leonard Sinambela.
Dugaan motif pembunuhan mayat dalam koper semakin mengerucut. Sebelumnya polisi menduga ada tiga motif pelaku dalam pembunuhan itu. Yakni soal ekonomi, perampokan, dan asmara. (detikcom)
Mulai Terkuak Kasus Mutilasi Mayat Dalam Koper, Diduga Ada Masalah Asmara Sesama Jenis
Redaksi
Selasa, 00 0000 - 00:00:00 WIB
Korban Mayat di dalam Koper
Pilihan Redaksi
Index1 Januari 2026, Parkir di Alfamart Gratis
DPRD dan Pemko Pekanbaru Teken MoU KUA-PPAS APBD 2026 Senilai Rp 3,049 Triliun
Puncak Milad Muhammadiyah ke-113 dan UMAM ke-4 Dihadiri Raja Muda Perlis
PHR Catat Produksi Cemerlang di Sumur Pinang East-2 Capai 2.648 BOPD
TAF Turun Reses, Warga Sampaikan Masalah Banjir dan Program Rp 100 Juta per RW
Tulis Komentar
IndexBerita Lainnya
Index Hukum
Polisi Gerebek Illegal Logging di Rimbang Baling, Dua Pelaku Diciduk saat Menebang Pohon
Jumat, 13 Februari 2026 - 18:38:50 Wib Hukum
Eks Ketua DPRD Kuansing Dituntut 5 Tahun Penjara di Kasus Korupsi Proyek Hotel
Jumat, 13 Februari 2026 - 06:11:47 Wib Hukum
Pengeroyokan Diduga Terjadi di Koto Gasib, Polisi Telusuri Pelaku
Kamis, 12 Februari 2026 - 15:53:37 Wib Hukum
KPK Periksa 10 Saksi Tambahan di Kasus Dugaan Korupsi PUPR Riau
Kamis, 12 Februari 2026 - 13:21:36 Wib Hukum