PEKANBARU - Shanti Rahmayanti, Kepala Bidang Bina Marga PUPR Kota Pekanbaru yang juga menjabat Pelaksana harian (PLh) Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kota Pekanbaru, masih berkantor seperti biasa. Pasca pelemparan bom molotov di rumahnya, Kamis (31/8/2017).
Shanti Rahmayanti mengatakan tetap beraktivitas seperti biasanya dan permasalahan rumahnya yang dilempari bom molotov, telah diserahkannya kepada pihak berwajib.
"Saya tetap beraktivitas kok mbak, " ucap Shanti Rahmayanti.
Ketika mengkonfirmasi tentang rumahnya yang di molotov oleh orang tak dikenal (OTK) " Aduh mbak, jangan diperpanjang-panjang lagi ya, biar pihak kepolisian yang mengurusnya," tuturnya terburu-buru meninggalkan kantornya.
Sebagaimana telah diberitakan sebelumnya, teror bom molotov rumah Shanti Rahmayanti alias Santi di Jalan Serayu, Gang Meranti No. 09, RT 001 RW 003, Kelurahan Labuh Baru Timur, Kecamatan Payung Sekaki, Kota Pekanbaru, Riau.
Rumah korban dimolotov oleh orang tak dikenal (OTK), Rabu (30/8/17), sekitar pukul 4.30 WIB.
Korban mengetahui rumahnya dimolotov pada subuh sekitar pukul 4.30 WIB setelah ditelepon suaminya Welly Herlambang. Welly mengabarkan kepada korban yang saat itu tengah berada di Bandara Soekarno-Hatta dengan tujuan ke Pekanbaru.
Dengan berita dari sang suami, membuat Shanti kaget. Sesampai di Pekanbaru (di rumah), korban melihat lantai teras dan dinding depan hitam dan pintu depan terbakar oleh bom molotov yang terbuat dari botol sirup merek Kurnia tersebut. (rima)
Rumah di Molotov, Shanti Masih Berkantor
Redaksi
Selasa, 00 0000 - 00:00:00 WIB
rumah Shanti Rahmayanti alias Santi di Jalan Serayu, Gang Meranti No. 09, RT 001 RW 003, Kelurahan Labuh Baru Timur, Kecamatan Payung Sekaki, Kota Pekanbaru, Riau. Rumahnya dimolotov oleh orang tak dikenal (OTK), Rabu (30/8/17), sekitar pukul 4.30 W
Pilihan Redaksi
Index1 Januari 2026, Parkir di Alfamart Gratis
DPRD dan Pemko Pekanbaru Teken MoU KUA-PPAS APBD 2026 Senilai Rp 3,049 Triliun
Puncak Milad Muhammadiyah ke-113 dan UMAM ke-4 Dihadiri Raja Muda Perlis
PHR Catat Produksi Cemerlang di Sumur Pinang East-2 Capai 2.648 BOPD
TAF Turun Reses, Warga Sampaikan Masalah Banjir dan Program Rp 100 Juta per RW
Tulis Komentar
IndexBerita Lainnya
Index Hukum
Pengeroyokan Diduga Terjadi di Koto Gasib, Polisi Telusuri Pelaku
Kamis, 12 Februari 2026 - 15:53:37 Wib Hukum
KPK Periksa 10 Saksi Tambahan di Kasus Dugaan Korupsi PUPR Riau
Kamis, 12 Februari 2026 - 13:21:36 Wib Hukum
Tak Terima Dinonaktifkan, Sudarto Gugat Ketum KONI Riau
Kamis, 12 Februari 2026 - 11:19:00 Wib Hukum
Kasus Tender Bermasalah ULP Siak Memasuki Babak Penyidikan
Rabu, 11 Februari 2026 - 21:39:21 Wib Hukum