BENGKALIS, - Penyidik pidana khusus Kejaksaan Negeri Bengkalis, besok akan memeriksa 11 orang yang terlibat dalam pembangunan proyek pondok pesantren (Ponpes) yang terdiri dari Masjid dan sekolah di Desa Pergam, Kecamatan Rupat, Kabupaten Bengkalis, Riau.
Hal ini dikatakan Kepala Seksi Pidana Khusus (Kasi Pidsus) Kejaksaan Negeri Bengkalis, Arief Nugroho beberapa hari lalu.
Salah seorang dari 11 orang akan diperiksa tersebut adalah kuasa pengguna anggaran (KPA) proyek, Zulfahmi. "Senin, kita akan periksa 11 orang termasuk KPA nya, Zulfahmi," kata Kasi Pidsus Arief Nugroho sembari memperlihatkan 11 orang yang akan dimintai keterangan tersebut.
Menurut Arief, perkara dugaan korupsi pembangunan Ponpes di Desa Pergam tersebut masih dalam penyelidikan. "Masih dalam tahap penyelidikan. Untuk menaikan status perkaranya ke penyidikan, kita lihat nanti (hasil pemeriksaa)," ungkap Arief.
Pembangunan pesantren tersebut digulirkan tahun 2012, 2013, 2014 semasa Bupati Bengkalis, Herliyan Saleh. Saat itu, Zulfahmi menjabat Kepala Bidang (Kabid) Cipta Karya, Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Bengkalis.
Namun, pasca lensernya Bupati Bengkalis Herliyan Saleh dalam Pilkada tahun 2015 lalu, Zulfahmi pindah ke Kabupaten Rokan Hilir. Saat ini, yang bersangkutan menjadi salah seorang teras di Pemkab Rokan Hilir.
Selain memeriksa 11 orang yang terlibat dalam proyek yang dikerjakan selama tiga tahap (tiga tahun anggaran) itu, penyidik Kejari sudah mengamankan beberapa dokumen sebagai barang bukti.
Sumber di Kejari Bengkalis menyebutkan, proyek yang menghabiskan APBD Bengkalis sebesar 14 miliar itu, diduga terjadi penyimpangan pada tahun 2013 dan 2014. (rudi)
Dugaan Korupsi, Besok Kejari Bengkalis Periksa KPA Proyek Pesantren Desa Pergam
Redaksi
Selasa, 00 0000 - 00:00:00 WIB
Kasi Pidsus Kejaksaan Negeri Bengkalis, Arief Setya Nugroho,
Pilihan Redaksi
Index1 Januari 2026, Parkir di Alfamart Gratis
DPRD dan Pemko Pekanbaru Teken MoU KUA-PPAS APBD 2026 Senilai Rp 3,049 Triliun
Puncak Milad Muhammadiyah ke-113 dan UMAM ke-4 Dihadiri Raja Muda Perlis
PHR Catat Produksi Cemerlang di Sumur Pinang East-2 Capai 2.648 BOPD
TAF Turun Reses, Warga Sampaikan Masalah Banjir dan Program Rp 100 Juta per RW
Tulis Komentar
IndexBerita Lainnya
Index Hukum
Pengeroyokan Diduga Terjadi di Koto Gasib, Polisi Telusuri Pelaku
Kamis, 12 Februari 2026 - 15:53:37 Wib Hukum
KPK Periksa 10 Saksi Tambahan di Kasus Dugaan Korupsi PUPR Riau
Kamis, 12 Februari 2026 - 13:21:36 Wib Hukum
Tak Terima Dinonaktifkan, Sudarto Gugat Ketum KONI Riau
Kamis, 12 Februari 2026 - 11:19:00 Wib Hukum
Kasus Tender Bermasalah ULP Siak Memasuki Babak Penyidikan
Rabu, 11 Februari 2026 - 21:39:21 Wib Hukum