BENGKALIS, - Penyidik Kejaksaan Negeri Bengkalis terus menyelidiki perkara dugaan korupsi penggunaan anggaran dana desa (ADD) Desa Batang Duku, Kecamatan Bukit Batu, Kabupaten Bengkalis dengan melakukan penyitaan dokumen.
Dalam perkara ini diduga negara dirugikan Rp375 juta dari ADD Rp2 miliar tahun anggaran 2016. ADD Rp2 miliar itu bersumber dari ADD, Inbup dan APBN. Namun, diduga dalam ada beberapa proyek yang diduga fiktif.
Selain meminta keterangan aparatur desa, pihak penyidik pidana khusus (Pidsus) Kejari Bengkalis juga sudah melakukan penyitaan dokumen.
Namun, ada beberapa dokumen yang belum diserahkan aparatur desa yang diperiksa. Karena asli dokumen tersebut ada di kantor kecamatan.
Terkait dokumen yang belum diserahkan itu, Camat Bukit Batu, Reza, Selasa siang tadi mendatangi Kejari Bengkalis. Selain itu, sepeninggal Reza, mantan Camat Bukit Batu, Fadlul Wadji juga mendatangi Kejari Bengkalis.
Reza datang untuk menyerahkan dokumen pencairan dana desa Desa Batang Duku yang ada di kantornya. Sementara Wadji saat datang langsung bergabung dengan para penyidik Kejari yang tengah melaksanakan lomba bersempena Hari Bakti Adyaksa.
Kasi Pidsus Arief Nugroho membenarkan hal itu. Dikatakan Arief, proses kasus tipikor tersebut memasuki penyitaan barang bukti.
"Ada barang bukti yang ingin kita sita, tapi belum dipenuhi sama bendahara. Bukti itu adalah pengembalian uang ke khas desa, yang mau kita sita," jelasnya, Arief, Senin kemarin.
Arief mengutarakan, pengembalian kerugian negara tidak akan menghentikan penyidikan kasus.
"Penyidikan tetap berjalan. Kita akan melakukan audit berapa sebenarnya kerugian negara," pungkas Arief. (Rudi)
Dugaan Korupsi Dana Desa, Kejari Sita Dokumen ADD Desa Batang Duku
Redaksi
Selasa, 00 0000 - 00:00:00 WIB
Kasi Pidsus Kejaksaan Negeri Bengkalis, Arief Setya Nugroho,
Pilihan Redaksi
Index1 Januari 2026, Parkir di Alfamart Gratis
DPRD dan Pemko Pekanbaru Teken MoU KUA-PPAS APBD 2026 Senilai Rp 3,049 Triliun
Puncak Milad Muhammadiyah ke-113 dan UMAM ke-4 Dihadiri Raja Muda Perlis
PHR Catat Produksi Cemerlang di Sumur Pinang East-2 Capai 2.648 BOPD
TAF Turun Reses, Warga Sampaikan Masalah Banjir dan Program Rp 100 Juta per RW
Tulis Komentar
IndexBerita Lainnya
Index Hukum
Pengeroyokan Diduga Terjadi di Koto Gasib, Polisi Telusuri Pelaku
Kamis, 12 Februari 2026 - 15:53:37 Wib Hukum
KPK Periksa 10 Saksi Tambahan di Kasus Dugaan Korupsi PUPR Riau
Kamis, 12 Februari 2026 - 13:21:36 Wib Hukum
Tak Terima Dinonaktifkan, Sudarto Gugat Ketum KONI Riau
Kamis, 12 Februari 2026 - 11:19:00 Wib Hukum
Kasus Tender Bermasalah ULP Siak Memasuki Babak Penyidikan
Rabu, 11 Februari 2026 - 21:39:21 Wib Hukum