Riau Tangani 758 Kasus PMK, Mayoritas Ternak Sudah Sembuh

Ahad, 17 Mei 2026 | 10:10:39 WIB
Ilustrasi ternak sapi di Riau (foto:mcr)

iniriau.com, PEKANBARU - Pemerintah Provinsi Riau melalui Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH) terus memperkuat penanganan Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) yang masih ditemukan di sejumlah daerah. Berdasarkan rekapitulasi laporan PMK periode 1 Januari hingga 12 Mei 2026, tercatat sebanyak 758 ekor ternak terpapar PMK di Riau. Dari jumlah tersebut, 532 ekor ternak dinyatakan sembuh, sementara 226 ekor lainnya masih dalam penanganan dan pemantauan petugas.

Kepala Dinas PKH Riau, Mimi Yuliani mengatakan, penanganan terus dilakukan melalui pengobatan, pengawasan lapangan, serta edukasi kepada para peternak guna menekan penyebaran PMK.

“Alhamdulillah, sebagian besar ternak yang terpapar sudah berhasil sembuh. Saat ini petugas terus melakukan penanganan terhadap ternak yang masih sakit agar kondisinya segera pulih,” kata Mimi, baru-baru ini.

Ia menjelaskan, Kabupaten Indragiri Hulu masih menjadi daerah dengan jumlah kasus PMK terbanyak. Tercatat sebanyak 368 ekor ternak terpapar yang tersebar di empat kecamatan dan 12 desa.

“Dari total kasus di Indragiri Hulu, sebanyak 196 ekor ternak sudah sembuh. Sisanya masih dalam penanganan bersama pemerintah daerah setempat,” ujarnya.

Sementara itu, Kabupaten Rokan Hulu menunjukkan perkembangan positif. Dari 155 kasus yang ditemukan, sebanyak 153 ekor ternak telah sembuh dan hanya menyisakan dua kasus aktif.

“Ini menunjukkan penanganan berjalan efektif dan peternak semakin aktif melaporkan kondisi ternaknya,” jelas Mimi.

Di Kabupaten Kampar, pengawasan terhadap ternak yang masih terpapar PMK juga terus ditingkatkan. Sedangkan Kabupaten Siak berhasil menuntaskan seluruh kasus PMK, dengan 118 ekor ternak dinyatakan sembuh sepenuhnya. Selain Siak, Kabupaten Indragiri Hilir dan Kota Dumai saat ini juga sudah tidak memiliki kasus aktif PMK.

Mimi mengimbau para peternak untuk tetap menjaga kebersihan kandang, membatasi lalu lintas ternak, dan segera melapor kepada petugas apabila menemukan gejala PMK pada hewan ternak mereka.

“Kami memastikan pengawasan dan langkah penanganan terus diperkuat guna menjaga kesehatan ternak serta mendukung stabilitas sektor peternakan di Riau,” tutupnya.**

Tags

Terkini