iniriau com, PEKANBARU – Aksi unjuk rasa warga Kabupaten Pelalawan yang menolak relokasi dari kawasan Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN) masih berlanjut di Kantor Gubernur Riau, Senin (13/4/2026).
Perwakilan masyarakat bersama aliansi mahasiswa sempat melakukan audiensi dengan jajaran pejabat daerah selama kurang lebih satu jam. Dalam pertemuan itu hadir Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau, Pangdam, Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati), serta perwakilan Komisi III.
Namun, audiensi tersebut belum menghasilkan keputusan yang diharapkan. Massa menilai para pejabat yang hadir belum memberikan kepastian terkait penyelesaian persoalan masyarakat di kawasan TNTN.
Koordinator lapangan aksi, Wandri Saputra Simbolon dari Aliansi Mahasiswa dan Masyarakat Pelalawan, menyebut seluruh tuntutan telah disampaikan, namun belum mendapat respons konkret dari pemerintah.
“Kami sudah menyampaikan semua tuntutan dalam audiensi tadi. Tapi belum ada kepastian dari Pemprov Riau terkait solusi untuk masyarakat di TNTN,” ujar Wandri.
Ia juga menyoroti alasan pemerintah daerah yang mengaku kesulitan berkoordinasi dengan pemerintah pusat. Menurutnya, hal tersebut tidak relevan mengingat intensitas kunjungan pejabat pusat ke Riau.
“Tadi disampaikan koordinasi dengan pusat sulit. Padahal Menteri Kehutanan sering datang ke Riau. Jadi menurut kami, seharusnya persoalan ini bisa segera diteruskan ke pusat,” tegasnya.
Wandri menegaskan, pihaknya mendesak agar tuntutan masyarakat segera disampaikan ke pemerintah pusat agar mendapat kejelasan dan solusi.
“Kami minta Pemprov tidak hanya menerima aspirasi, tapi benar-benar menyampaikan tuntutan ini ke pusat. Ini menyangkut kehidupan masyarakat,” tambahnya.
Karena belum ada kepastian, massa memutuskan tetap bertahan di lokasi aksi. Bahkan, sejumlah tenda telah didirikan di sekitar Kantor Gubernur Riau sebagai bentuk keseriusan mereka.
Aliansi mahasiswa dan masyarakat juga menyatakan siap menginap jika tuntutan tidak segera ditanggapi.
“Kalau tuntutan kami tidak dijawab, kami akan menginap di sini. Kami tidak akan pulang sebelum ada kejelasan,” tutup Wandri.
Hingga berita ini diturunkan, ratusan massa masih bertahan di kawasan kantor gubernur sambil menunggu langkah konkret dari pemerintah terkait polemik relokasi di TNTN.**