Pembunuhan Toke Karet di Bengkalis Terungkap, Pelaku Remaja 17 Tahun

Ahad, 12 April 2026 | 10:46:31 WIB
Parang yang diduga digunakan pelaku. (Poto Humas Polres Bengkalis)

iniriau.com, Bengkalis – Misteri pembunuhan tragis yang menewaskan Wipeng alias Apeng (53), seorang toke karet di Kecamatan Bantan, akhirnya terungkap. Polisi berhasil meringkus pelaku yang ternyata masih berusia remaja, yakni MRP (17).

Kapolres Bengkalis, AKBP Fahrian Saleh Siregar, melalui Kasi Humas Aipda Juliandi Bazrah, menyampaikan bahwa pelaku ditangkap kurang dari dua hari setelah kejadian. MRP diamankan Tim Opsnal pada Sabtu (11/4/2026) di kawasan Jalan Antara, Kota Bengkalis, tanpa perlawanan.

“Pelaku berhasil kita tangkap kurang dari 48 jam setelah peristiwa terjadi. Saat diperiksa, ia mengakui seluruh perbuatannya,” ujar Kapolres.

Dari hasil pemeriksaan, diketahui awalnya pelaku berniat melakukan pencurian di rumah korban yang berada di Jalan Kartini, Dusun Makmur Penawar Darat, Desa Berancah. Namun, aksinya dipergoki oleh korban. Dalam kondisi panik, pelaku yang telah membawa parang langsung menyerang korban secara brutal.
Akibat serangan tersebut, korban mengalami luka parah di bagian dada dan meninggal dunia di lokasi kejadian.

Polisi juga mengungkap bahwa berdasarkan hasil tes urine, pelaku positif mengonsumsi narkoba. Kondisi tersebut diduga turut memicu tindakan nekat dan emosi pelaku saat beraksi.

Sejumlah barang bukti telah diamankan, di antaranya sebilah parang bergagang merah sepanjang 44 sentimeter, pakaian yang digunakan pelaku berupa hoodie hitam, celana jeans abu-abu, serta satu set pakaian olahraga.

Saat ini, tersangka telah ditahan di Mapolres Bengkalis untuk menjalani proses hukum lebih lanjut. Ia dijerat dengan pasal pencurian dengan kekerasan yang mengakibatkan kematian, sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP).

Peristiwa berdarah tersebut terjadi pada Kamis (9/4/2026) sekitar pukul 11.00 WIB. Korban ditemukan tewas dalam kondisi mengenaskan di dapur rumahnya dengan posisi telungkup dan berlumuran darah.

Mayat korban pertama kali ditemukan oleh seorang warga yang hendak mencari rumput di sekitar lokasi. Saksi curiga setelah melihat pintu belakang rumah korban terbuka. Saat diperiksa, korban sudah tidak bergerak di dekat pintu dapur.

Warga yang berdatangan sempat enggan mendekat karena kondisi korban yang memprihatinkan. Petugas kepolisian kemudian tiba di lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara. Berdasarkan keterangan saksi serta rekaman kamera pengawas (CCTV) di sekitar lokasi, polisi akhirnya berhasil mengidentifikasi dan menangkap pelaku.**

Tags

Terkini