Harga Ayam dan Telur Melangit, Pemilik Kantin Naikkan Harga Makanan

Jumat, 16 Januari 2026 | 17:28:00 WIB
Kolase pedagang ayam potong di Pasar Dupa, Pekanbaru, (atas) ayam goreng di rumah makan (bawah) foto Astrid

iniriau.com, Pekanbaru - Waktu baru menunjukkan pukul 09.00 WIB, iniriau.com baru saja menjejakkan kaki di kawasan perkantoran pemerintah di Jalan Gajah Mada, Pekanbaru.

Setelah memarkirkan motor, iniriau.com, menuju salah satu kantin yang ada di kawasan perkantoran tersebut, Kamis (15/1). Seperti biasanya orderan kalau makan di kantin tersebut, lontong satu porsi, ditemani satu gelas teh hangat. Klop!

Usai menghabiskan satu porsi lontong berikut teh hangat tersebut, saya langsung ke kasir, membayar makanan yang sudah dipesan tadi.

"Totalnya Rp 17.000,- ya, Kak." ujar sang kasir yang juga pemilik kantin tersebut.

"Lho, biasanya cuma Rp 15.000,-. Koq bisa jadi segitu?" ujarku seraya bertanya.

Setelah membayar dan menerima kembalian uang, Rina pemilik kantin menuturkan bahwa beberapa hari ini harga makanan di kantinnya memang telah dinaikkan.

Saat ini pelanggan yang ingin makan lontong pakai telur, harus merogoh kocek sebesar Rp 12.000,-, sebelumnya hanya Rp 10.000,- per porsi.

Lalu, untuk lauk makan siang dengan berbagai jenis masakan dengan ayam juga naik menjadi Rp 12.000,-, padahal sebelumnya masih Rp 10.000,-.

Hal senada juga dikatakan pemilik kantin Diana, masakan dengan bahan telur dan ayam naik Rp 2.000,-

"Naik, Kak, bagaimana lagi ya, ayam dan telur pada mahal semuanya," ujar karyawan kantin tersebut.

Saat ditanya alasan kenaikan harga makanan itu, para pemilik kantin menjelaskan jika harga ayam dan telur itu naik karena pemilik dapur MBG sering memborong pasokan ayam dan telur dengan jumlah banyak.

"Karena MBG itu, Kak. Mereka sekali beli bukannya sedikit, mereka beli sampai 50 kg lebih dalam satu hari. Kita yang kena imbasnya, makanya harga makanan jadi naik semua," pungkas Diana singkat.

Sementara itu, kenaikan harga ayam potong juga dirasakan oleh pedagang pecel lele di Jalan Kaharuddin Nasution, Simpang Tiga, Pekanbaru.

"Iya, harga ayam potong mahal beberapa bulan belakangan ini. Kita cuma ambil 30 ekor, dengan berat 1 kg. Jadinya, kita beli RP 32.000,- per kg, mau bagaimana lagi," ujar pemilik warung pecel lele sambal uleg terang jaya, Selly.

Lalu, hal yang sama dirasakan juga oleh pemilik rumah makan skala kecil F6 di Jalan Tengku Bey. Dari keterangan karyawannya, ayam potong yang dibeli di kisaran harga, Rp 32.000,- sampai Rp 33.000,-

"Memang lagi mahalnya, Rp 33.000,- per kg, apa boleh buat," tandas sang karyawan rumah makan tersebut singkat.**

 

Tags

Terkini