Mantan Atase Pendidikan RI di India Siap Bertarung Jadi Rektor Unri

Kamis, 14 Mei 2026 | 06:57:00 WIB
Mantan Atase Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia di India, Aldrin Herwany

iniriau.com, PEKANBARU – Mantan Atase Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia di India, Aldrin Herwany resmi maju sebagai calon Rektor Universitas Riau periode 2026-2030. Alumni Fakultas Ekonomi Unri angkatan 1995 itu menjadi salah satu dari delapan kandidat yang telah mendaftar dalam tahapan pemilihan rektor.

Aldrin memiliki latar belakang akademik dan pengalaman internasional yang cukup panjang. Setelah menamatkan pendidikan S1 Manajemen di Unri, ia melanjutkan studi Magister Manajemen Keuangan di Universitas Padjadjaran pada 2004. Selanjutnya, ia meraih gelar doktor bidang Administrasi Bisnis (Keuangan) dari International Islamic University Malaysia tahun 2013.

Selain aktif sebagai akademisi, Aldrin juga pernah menjabat sebagai Atase Pendidikan dan Kebudayaan RI di India. Ia dikenal aktif membangun jejaring internasional dan pengembangan riset, termasuk menggagas West Java Economic Society (WJES) serta memimpin berbagai kerja sama internasional.

Dalam pencalonannya, Aldrin membawa visi “UNRI 2030: Mercusuar Peradaban Lahan Basah dan Energi Dunia”. Ia ingin mendorong transformasi Unri menjadi kampus yang unggul dalam inovasi, riset dan pengembangan ekonomi berbasis potensi lokal Riau.

“Unri memiliki sumber daya besar untuk menjadi universitas berkelas dunia. Yang dibutuhkan adalah tata kelola yang terbuka, kolaboratif dan berorientasi masa depan,” kata

Aldrin dalam keterangannya.
Ia juga menyoroti pentingnya membangun budaya kampus tanpa sekat kelompok melalui konsep “Zero-Ring System” yang diusungnya.

“Saya ingin membangun kepemimpinan yang merangkul seluruh sivitas akademika tanpa sekat. Kampus harus menjadi ruang kolaborasi, bukan ruang eksklusif kelompok tertentu,” ujarnya.

Tak hanya itu, Aldrin menargetkan penguatan digitalisasi tata kelola kampus melalui sistem “UNRI Amanah Ledger”, pengembangan laboratorium berstandar internasional di setiap fakultas, hingga integrasi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) dalam kurikulum pembelajaran.

Menurutnya, Unri harus mampu menjawab tantangan global, terutama di bidang transisi energi dan ekologi lahan basah yang menjadi kekuatan strategis Provinsi Riau.

“Potensi Riau sangat besar, mulai dari sawit, migas hingga lahan gambut. Unri harus hadir sebagai pusat inovasi dan solusi berbasis riset untuk mendukung pembangunan daerah dan nasional,” jelasnya.

Sementara itu, sahabat sekaligus rekan seangkatannya di Unri, Willy Boy menilai Aldrin merupakan sosok yang memiliki kapasitas akademik dan pengalaman kepemimpinan yang kuat.

“Kalau Unri ingin maju dan dikenal di tingkat internasional, Aldrin adalah figur yang tepat. Pengalaman dan jejaring global yang dimilikinya menjadi modal besar untuk membawa perubahan di Unri,” katanya.**

Tags

Terkini