iniriau.com, BENGKALIS – Kantor Imigrasi Kelas II TPI Bengkalis melakukan sosialisasi layanan keimigrasian dengan metode jemput bola ke sejumlah desa dan kelurahan di Kecamatan Rupat. Kegiatan ini bertujuan mendekatkan informasi pelayanan paspor dan penggunaan aplikasi M-Paspor kepada masyarakat melalui perangkat desa.
Kepala Kantor Imigrasi Kelas II TPI Bengkalis melalui Kepala Sub Seksi Informasi dan Komunikasi Keimigrasian, Miftahul Ulum, mengatakan kegiatan tersebut dilaksanakan pada Selasa (28/4/2026) lalu dengan mendatangi langsung kantor desa dan kelurahan.
“Metode door to door atau jemput bola dilakukan dengan mendatangi langsung kantor desa dan kelurahan, seperti di Kelurahan Batu Panjang, Terkul, Pergam, dan sejumlah desa lainnya di Kecamatan Rupat,” ujar Miftahul Ulum kepada awak media, Rabu (13/5/2026).
Kegiatan sosialisasi dipimpin Kepala Seksi Teknologi Informasi dan Komunikasi Keimigrasian Hendro Tri Kusumo Atmojo bersama tim humas Kantor Imigrasi Bengkalis.
Dalam kegiatan tersebut, perangkat desa diberikan edukasi terkait pelayanan keimigrasian, khususnya proses pembuatan paspor serta tata cara penggunaan aplikasi M-Paspor yang kini menjadi sarana utama pengajuan paspor secara daring.
Selain penyampaian materi, kegiatan juga diisi dengan diskusi interaktif antara perangkat desa dan petugas imigrasi. Berbagai pertanyaan disampaikan, mulai dari prosedur pembuatan paspor hingga kendala yang kerap dialami masyarakat saat menggunakan aplikasi M-Paspor.
“Perangkat desa menanyakan prosedur pembuatan paspor, kendala yang sering dihadapi masyarakat, hingga pemahaman penggunaan aplikasi M-Paspor,” jelas Miftahul Ulum.
Tim humas juga membagikan brosur layanan keimigrasian dan memasang x-banner informasi di setiap kantor desa yang dikunjungi agar masyarakat lebih mudah memperoleh informasi pelayanan imigrasi.
Kepala Seksi Tikkim, Hendro Tri Kusumo Atmojo, mengatakan kegiatan tersebut tidak hanya menjadi sarana sosialisasi, tetapi juga upaya mendengar langsung masukan masyarakat terkait pelayanan keimigrasian.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin mengetahui bagaimana pelayanan keimigrasian di mata masyarakat, kendala apa saja yang mereka hadapi, serta bagaimana kami dapat terus meningkatkan kualitas pelayanan,” ujarnya.
Menurut Hendro, pendekatan langsung kepada perangkat desa dinilai efektif karena aparatur desa merupakan pihak yang paling dekat dengan masyarakat dan berperan penting dalam penyebaran informasi.
Sementara itu, perangkat desa menyambut positif kegiatan tersebut. Mereka mengaku terbantu karena mendapat penjelasan langsung terkait layanan keimigrasian sehingga lebih mudah meneruskan informasi kepada masyarakat.
Melalui kegiatan jemput bola ini, Kantor Imigrasi Bengkalis berharap pelayanan publik di bidang keimigrasian semakin dekat, mudah dijangkau, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya di wilayah Kecamatan Rupat.
Program tersebut juga sejalan dengan komitmen Direktur Jenderal Imigrasi, Hendarsam Marantoko, yang mengusung konsep “Imigrasi untuk Rakyat” dalam peningkatan pelayanan keimigrasian kepada masyarakat.**