Gelombang Pertama Pemberangkatan Jemaah Haji Riau Tuntas

Selasa, 05 Mei 2026 | 18:17:51 WIB
Jemaah haji kloter BTH 12, Selasa (5/5). Foto - Astrid

iniriau.com, Pekanbaru - Gelombang pertama pemberangkatan jemaah haji Riau resmi tuntas, dengan diberangkatkannya kloter BTH 12, Selasa (5/5) di Bandara Hang Nadim, Batam.

Kloter terakhir gelombang pertama ini membawa 434 jemaah haji. Rombongan ini diberangkatkan menggunakan pesawat Saudi Airlines nomor penerbangan SV 5325 pada pukul 07.50 WIB dan dijdwalkan tiba di Madinah pada pukul 13.15 Waktu Arab Saudi (WAS).

Pada kloter ini terdata satu jemaah asal Kabupaten Rokan Hulu batal berangkat dan beberapa jemaah lainnya dari kabupaten yang sama, dan dari Kabupaten Siak masih menjalani perawatan di Batam. Lalu, terdata masing-masing satu jemaah mutasi asal kota Pekanbaru dari kloter BTH 03, dan jemaah haji asal Kabupaten Rokan Hulu dari kloter BTH 08.

“Alhamdulillah, hari ini kloter gelombang pertama jemaah haji Riau sudah berangkat semuanya. Total kelompok terbang hari ini genap 10 kloter jemaah haji asal Provinsi Riau, mereka sudah diberangkatkan menuju Arab Saudi," kata Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Provinsi Riau, Defizon.

Hingga 5 Mei 2026, terdata sebanyak 4.422 jemaah dan petugas haji telah diberangkatkan melalui Bandara AMMA Madinah. Jumlah tersebut terdiri dari 4.357 jemaah haji, 20 PHD, 5 pembimbing KBIHU, dan 40 petugas haji.

Kemudian dari gelombang pertama ini, terdata di antaranya 10 orang dirawat di Batam, delapan orang pendamping di Batam, lima orang kembali ke daerah (3 sakit dan 2 pendamping), dua orang sakit di daerah, satu orang hamil saat masuk embarkasi, serta satu orang wafat di daerah.

Defizon kembali mengingatkan agar seluruh jemaah haji untuk menjaga identitas khususnya kartu Nusuk yaitu, dokumen penting selama pelaksanaan ibadah haji di Arab Saudi.

“Kartu Nusuk adalah identitas wajib bagi seluruh jemaah haji. Kartu ini menjadi akses utama untuk masuk ke Makkah, Madinah, Masjidil Haram, hingga lokasi-lokasi suci lainnya,” kata Defizon menambahkan penjelasannya.

Kartu Nusuk adalah kartu pintar resmi dari Pemerintah Arab Saudi yang memuat data profil jemaah, informasi medis, serta jadwal kegiatan ibadah.

“Tanpa kartu ini, jemaah tidak dapat mengakses berbagai fasilitas, termasuk di kawasan Armuzna. Jadi tolong disimpan ditempat yang aman” tegas Defizon menutup penjelasannya.**

Tags

Terkini