iniriau.com, Pekanbaru - Pemerintah RI resmi menaikkan harga BBM non subsidi, Sabtu (18/4). Kenaikan harga BBM non subsidi bervariasi di setiap provinsi di Indonesia.
Seperti di dua SPBU Pekanbaru, harga BBM non subsidi Pertamax Turbo naik menjadi Rp 22.250,- dari harga sebelumnya Rp 13.600,- per liter. Untuk BBM jenis Dexlite naik menjadi Rp 24.650,- dari harga Rp 14.800,-.
"Memang naik hari ini harga BBM non subsidi. Dua kali lipat naiknya, seperti Pertamax Turbo sudah mencapai harga Rp 22.250,- per liter. Apalagi BBM jenis Dexlite, lebih mahal lagi," kata Febi membenarkan kenaikan harga BBM non subsidi.
Kenaikan harga BBM non subsidi Sabtu ini, membuat pemilik kendaraan beralih menggunakan BBM jenis pertalite.
"Nggak jadi beli Pertamax, naiknya sudah dua kali lipat. Pakai pertalite lagi saja," kata Ahmad, yang masih terkejut dengan naiknya harga BBM non subsidi, Sabtu siang, di SPBU di Jalan Arifin Ahmad, Pekanbaru.
Sementara itu, Yazid yang pemilik kendaraan pribadi roda empat mengaku agak keberatan dengan kenaikan harga BBM non subsidi saat in.
"Pemerintah kita telat naikkan BBM non subsidinya. Infonya Selat Hormuz itu sudah dibuka, harga minyak dunia juga sudah turun, harusnya harga BBM non subsidi tidak naik. Ini agak ragu mau isi BBM dexlite atau bio solar, kalau ada bio solar ya pakai bio solar, lebih murah," tukasnya singkat.
Harga BBM subsidi hingga saat ini masih normal, yaitu masih Rp 10.000,- per liter.**