BMKG Ingatkan Warga Waspadai Cuaca Ekstrem dan Karhutla

Sabtu, 14 Februari 2026 | 11:30:39 WIB
Ilustrasi by Freepik

iniriau.com, PEKANBARU - Badan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika melaporkan kondisi cuaca di Riau pada Sabtu (14/2/2026) masih didominasi potensi hujan dengan variasi intensitas. Sejumlah wilayah diprakirakan berpeluang mengalami hujan ringan hingga sedang, bahkan berpotensi lebat yang disertai petir dan angin kencang.

Forecaster On Duty BMKG Pekanbaru, Anggun Rahmania, mengatakan pola cuaca hari ini dipengaruhi kondisi atmosfer yang masih cukup lembap di sebagian wilayah Riau. “Berdasarkan analisis radar dan satelit cuaca, hujan ringan hingga sedang sudah terjadi sejak pagi di beberapa wilayah. Potensi hujan ini masih bisa berlanjut hingga malam dan dini hari, bahkan di beberapa titik bisa meningkat menjadi hujan lebat disertai petir dan angin kencang,” ujarnya saat diwawancarai.

Pada pagi hari, hujan terpantau terjadi di sejumlah daerah seperti Pekanbaru, Kampar, Siak, Kuantan Singingi, Pelalawan, Indragiri Hulu, dan Indragiri Hilir.

Sementara pada siang hingga sore hari, cuaca cenderung cerah berawan hingga berawan, namun hujan masih berpotensi turun di beberapa wilayah lain seperti Dumai, Rokan Hulu, serta Rokan Hilir.

BMKG mengingatkan masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem. “Kami mengimbau masyarakat berhati-hati terhadap potensi hujan lebat yang bisa memicu genangan, pohon tumbang, maupun gangguan aktivitas harian,” tambah Anggun.

Selain prakiraan cuaca, BMKG juga memantau perkembangan titik panas di wilayah Sumatera. Hari ini terdeteksi total 58 hotspot, dengan Riau menjadi penyumbang terbanyak yakni 29 titik.

Sebagian besar hotspot berada di wilayah Bengkalis sebanyak 25 titik. Sisanya tersebar di Kepulauan Meranti, Dumai, dan Siak. Sementara di provinsi lain tercatat masing-masing Aceh sebanyak 9 titik, Sumatera Utara 14 titik, Jambi 2 titik, Sumatera Barat 1 titik, Lampung 1 titik dan Bangka Belitung 2 titik.

BMKG kembali menegaskan agar masyarakat tidak membuka lahan dengan cara membakar serta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan, terutama di daerah dengan konsentrasi hotspot tinggi seperti Bengkalis.**

Tags

Terkini