Dari Doa, Ikhtiar, dan Keyakinan untuk Masa Depan Siak

Jumat, 13 Februari 2026 | 10:44:07 WIB
Bupati Siak Afni Zulkifli bersama Menteri ESDM Bahlil Lahadalia (foto:dok Humas Siak)

Oleh Bupati Siak Afni Zulkifli 

KELILING ke berbagai Kementerian dan Lembaga, Alhamdulillah dalam sehari diberi kemudahan oleh Allah Taala, bertemu dengan banyak petinggi Kementerian dan Lembaga.

Terimakasih Bapak Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad dan Bapak Saan Mustofa. Banyak sekali arahan dan dukungan beliau berdua di tengah tantangan yang tidak mudah membangun daerah. Saya jadi sangat bersemangat atas banyaknya nasehat dan solusi yang ditawarkan untuk kemaslahatan rakyat.

Berikutnya kami diterima Gubernur Lemhanas, Bapak Ace Hasan Syadzily. Kami berdiskusi banyak hal tentang pendidikan kebangsaan.

Selanjutnya silahturahmi dengan Bapak Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, Kepala SKK Migas Bapak Djoko Siswanto, dan Dirjen Migas Bapak Laode Sulaiman. Diskusi kami berfokus pada tahapan-tahapan terukur membenahi BUMD PT Bumi Siak Pusako (BSP).

Ada tiga agenda besar yang dikawal bersama. Pertama, terlaksananya kewajiban Komitmen Kerja Pasti (KKP) BSP kepada Negara. Ada 7 sumur lagi yang dijanjikan untuk dieksplorasi sejak ijin diberikan pada BUMD Siak ini, namun belum dikerjakan, ditambah program kerja survey seismik, program EOR dan study GGR. Ini sifatnya wajib dijalankan dan membutuhkan nilai investasi mencapai 130 juta USD. Kami optimis insyaAllah terlaksana dengan mengikuti arahan langsung Kementerian ESDM dan SKK Migas.

Kedua, terlaksananya pipa salur minyak. Kami tidak berencana sebatas memperbaiki dan memperbaiki lagi, tapi bercita-cita membuat lompatan dan sejarah besar mengganti pipa secara permanen di seluruh jalur yang menghantarkan minyak menjadi lifting. Ini akan sangat jauh lebih murah dan efektif, sehingga menekan cost produksi dan berdampak kelak pada naiknya Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Inilah warisan yang kelak ditinggalkan bagi anak cucu Siak ke depan, setelah selama ini pipa BSP hanya mengandalkan warisan sejak zaman kolonial. Akibatnya beberapa tahun lalu terjadi congeal dan minyak terpaksa menggunakan trucking yang sangat mahal, sehingga berdampak pada deviden pemilik saham dan PAD Siak hingga saat ini. Karena itu kita harus berani mengambil keputusan besar untuk mengganti, dan Alhamdulillah mendapat dukungan penuh dari para petinggi Negeri. Bismillah...

Sedangkan agenda ketiga di BSP, yakni terlaksananya segera Uji Kelayakan dan Kepatutan (UKK) untuk memilih Direksi tetap, yang dipastikan terlaksana secara profesional, transparan, dan dapat dipercaya. Kami meminta unsur pengujinya berasal dari kalangan independen, termasuk dari Kementerian ESDM, SKK Migas, para pakar, Akademisi, dan profesional lainnya.

Selanjutnya pertemuan seharian ditutup silahturahmi dengan Bapak Menteri Perhubungan Dudy Purwagandy, didampingi Dirjen Perhubungan Laut, Bapak Muhammad Masyhud. Beberapa hasil pertemuan:

Pihak Kemenhub menyayangkan pengelolaan pelabuhan selama beberapa tahun lalu oleh BUMD PT Samudera Siak (SS), dan dinilai kurang amanah hingga berujung ambruknya fisik pelabuhan di KITB. Saya menegaskan bahwa Direksi lama telah dipecat secara tidak hormat, dan kami memiliki komitmen kuat membenahi pelabuhan di KITB saat nanti diberi kesempatan kedua. Alhamdulillah Bapak Menteri Perhubungan mendukung penuh bila BUMD Siak kembali menjadi Badan Usaha Pelabuhan (BUP) di KITB, namun disarankan tidak lagi menggunakan badan hukum PT Samudera Siak, mengingat banyak hal yang masih harus dipertanggungjawabkan secara hukum. Kami sepakat dan InsyaAllah kami siap membuka lembaran baru sesuai dengan arahan-arahan pihak Kementerian. Bismillah...

Kami melaporkan bahwa ambruknya pelabuhan KITB dan berhentinya beroperasi kapal-kapal, telah membuat ratusan warga setempat kehilangan pekerjaan. Alhamdulillah permohonan kami diterima untuk mendapatkan ijin Ship-to-Ship (STS) transfer sementara, agar aktivitas pelabuhan tetap berjalan meski di tengah keterbatasan. InsyaAllah ijinnya akan segera kami ajukan secara resmi, besar harapan para buruh lokal dapat bekerja kembali.

Kami juga memohon adanya jembatan timbang mencegah ODOL (Over Dimension Over Loading), demi menjaga kualitas Jembatan Siak Tengku Agung Sultanah Latifah dan mobil angkutan untuk anak-anak disabilitas berangkat sekolah. Alhamdulillah semua mendapat tanggapan positif, akan ditindaklanjuti secara administratif dan teknis.

Demikian sekilas dari berbagai upaya dan ikhtiar untuk Siak. Kami terus bergerak, semangat dan optimis masa-masa sulit akan berganti dengan kebangkitan Negeri. Kiranya Allah Swt senantiasa menyayangi Siak dan seisinya. Aamiin.**

Tags

Terkini